pluralisme

pluralisme
pluralisme

Minggu, 03 Juni 2012

AKAL SEBAGEI BATASAN CINTA KEPADA SESAMA



Cinta adalah suatu anugrah yang telah di karuniakan Tuhan kepada seluruh makhluk  hidup yang ada di dunia ini.Tanpa cinta dunia ini akan perang,perang yang dilandaskan dari rasa kebencian.Kaarena pada dasarnya kebalikan dari rasa cinta adalah rasa benci.
Manusia akan merasakan lupa diri jika dia telah di kuasai dengan rasa cinta.Suatau perbuatan yang di luar perhitungan akal manusia dapat dia lakukan tanpa ada beban.Manusia rela menunggu beribu-ribu hari karena cinta.Manusia dapat menjadi bodoh juga karena cinta.Bahakan manusia bias gila juga di karenakan cinta.
Begitu sangat ironinya ketika rasa cinta yang begitu besar dari manusia hanya di berikan kepada makhluk atau manusia lainnya.Karena manusia tidak berhak mendapatkan cinta yang begitu besar dari manusia lainnya.Hal itu di sebabkan cinta yang hakiki atau cinta sjati hanya di peruntukkan oleh Tuhan.
Ketika seseorang mencintai seseorang lainya dengan rasa yang sangat lebih maka di perlu control dalam rasa itu.Krena jika manusia hanya mengandalkan perasaan cinta yang begitu besar yang telah di berikan kepada manusia lainnya maka manusia itu hanya akan menjadi budak dari manusia yang dia cintai,karena setiap apa yang dia lakukan hanya demi melihat senyum dari orang yang di cintai tau kekasihnya.
Disisni lah guna akal untuk membatasi rasa itu.Ketika manusia kan terlarut oleh perasan cintanya terhadap sesame maka dia harus mengontrol dengan akalnya.Dia harus bertanya kepada diri sendiri “pantaskah manusia yang hina mendapatkan rasa cinta yang begitu besar?”Ketika dia bias menjawab dari pertanyaan itu dengan akal sehatnya maka dia akan berkata “tidak pantas”,karena pada hakekatnya rasa cinta yang begitu besar hanya untuk Tuhan,dan manusia akan menyadarinya bahwasannya tidak aka nada derita jika rasa cinta yang begitu besar hanya untuk Tuhan,karena pada hakekatnya Tuhan lah yang hanya mempunyai rasa cinta kepada seluruh makhluknya tanpa ada batasan.
Akal adalah suatu pembeda antra manusia dengan mkhluk lainnya,ketika manusia bias menggunakan akalnya maka dia sudah bias di sebut manusia dengan sebenarnya.

Trenggalek ,2012-05-25

Ali Imron

Rabu, 25 April 2012

WALAPUN SEJENAK


WALAPUN SEJENAK
Kebahagiaan adalah suatu dambaan setiap makhluk yang ada di alam semesta,karena di dalam kebahagiaan telah mengandung suatu kesenangan di mana kesenangan tersebut cenderung dalam diri kita untuk memenuhi kebutuhan nafsu.Namun demi suatu kebahagiaan semua mkhluk di alam semesta merelakan waktunya di dunia yang singkat ini hanya di gunakan untuk mengejar kebahagiaan yang bersifat sementara.
Tidak terlepas dari kata kebahagiaan,seseorang yang telah terjatuh,jatuh hati atau bias di katakan orang yang jatuh cinta pasti akan merasakan kebahagiaan.Tidak peduli dengan apa yang dia lakukan demi memuaskan atau tuntutan untuk mendapatkan kebahagiaan dari sebuah cinta.Berusaha menutup mata walapun dia tahu bahwa di depan nya terdapan jurang yang curam,hutan duri,dan lautan api,itu semua dia lakukan demi mengejar kebahagiaan yang terbungkus cinta.Berusaha untuk tidak mendengar walapun seribu teriakan telah mengingatkan,”janganlah kau kejar mimpi yang tak pasti”,semua itu dia lakukan karena dia sudah tuli,tuli akan kebahagiaan cinta.
Memang tidak dapat kita sangkal bahwa keberadaan sebuah cinta pasti akan membawa kebahagiaan,tapi kita harus ketahui juga cinta kepada siapa yang buth pengorbanan yang begitu besar?apakah pantas jika kita mencintai sesama makhluk dengan pengorbanan yang sangat besar?padahal makhluk adalah sama-sama tidak sempurana.
Cinta kepada Tuhan lah yang akan membawa makhluk semesta alam untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.Karena Tuhan lah maha dari segala maha,Dia yang memberikan semua kebahagiaan di alam semesta,Dial ah yang hanya patut dicintai dengan sebenarnya cinta.
Kita pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki dengan cara mencitai Tuhan secara totalitas tanpa batas,walapun hanya untuk sejenak.

Malang, 2012-04-24
Ali Imron
SETAN YANG BERPARAS MALAIKAT

Dalam suatu jalinan pasti selalu melekat dengan namanya suatu kesetiaan dan penghianatan.Kesetiaan dalam suatu hubungan pastinya sangat di idam kan oleh setiap makhluk yang bernyawa,karena didalam kesetiaan terdapat suatu rasa diamana rasa tersebut sangat suci adanya,yang di namakan cinta.Rasa cinta dapat kita tanamkan pada jalinan suatu persahabatan pada,kekeluargaan,kemasyarakatan dan yang lebih khusus kepada seoarang kekasih.
Dilain sisi yang bersebrangan dari sebuah kesetiaan,terdapat suatu rasa,tindakan yang amat sangat di hindari dalam suatu jalinan ataupun hubungan,rasa dan tindakan tersebut adalah penghianatan.Di mana keberadaan rasa dan tindakan ini sangat di benci bahkan ada yang menkutuk-kutuk keberadaanya.Namun diantara keduanya kesetiaan dan penghianatan tidak dapat di pisah satu dengan lainnya,dia akan selalu berjalan beriringan adanya.
Kehancuran suatu hubungan kekeluargaan,kemasyarakatan,persahabatan banyak di tentukan dengan adanya sikap penghianatan yang terbalutkan oleh rasa kesetiaan.Banyak manusia yang tertipu dengan satu kalimat kesetiaan,karena dalam kesetiaan tersebut bukanlah suatu kesetiaan asli yang dia bawa melainkan penghianatan yang terbungkus oleh kesetiaan tak ubahnya sama dengan setan yang berparas malaikat.
Manusia sering kali tertipu oleh suatu perbuatan luar manusia yang dia kerjakan.Karena sebagian besar dari semua manusia hanya menilai sesuatu dari penglihatan sekilas dan luarnya saja,sehingga banyak manusia yang disesalkan oleh tindakan manusia yang membungkus sifat buruknya dengan kebaikan,atau membungkus penghianatan dengan kesetiaan.
Seharusnya setiap manusia jangan melakukan penialaian dini terhadap suatu objek jika dalam pengliahatan manusia tersebut masih dalam pandangan luarnya saja.Karena dengan ini manusia akan di sesalkan atas penilaiannya kepada sesuatu yang tidalk sesuei dengan kenyataan.
Dengan tidak melkaukan penilaian dini terhadap sesuatu,manusia akan mengetahuai kebenaran atau esensi dari apa yang dia lihat dengan kenyataan,walapun kebenaran yang ada bukanlah kebenaran yang hakiki,karena dalam kebenaran yang di usung manusia hanyalah bersifat relatif.

malang,16 April 2012


Ali imron

Jumat, 06 April 2012

PENGUASA HATIKU


KAU-lah penguasa seluruh jiwa ragaku
Yang menuntutku untuk selalu mengingat-MU
KAU telah merajai nurani hati ku
Hingga mengharuskanku berlutu di hadapan-MU
Penguasas hati ku,jangan KAU tinggalkan ku,ku tak bisa arungi hidup tanpa-MU
KAU-lah segalanya bagi ku
Cinta-MU selalu ku harapkan
Sayang-MU selalu ku dambakan
Kasih-MU selalu aku rindukan
Setiap detik yang berlalu aku tak bisa lepas dari-MU
Ku ingin hidupku untuk-MU,matipun karena MU


Trenggalek,6 april 2012

Ali imron

Kamis, 15 Maret 2012

PENDIDIKAN BERBASIS LIBERALISME


oleh :
Ali imron

Manusia dalam mengarungi kehidupa di dunia tidak terlepas dari berbagei macam masalah.Dalam mengatasi masalah-masalah yang ada,setiap manusia di tuntut untuk bisa mengusai berbagei macam ilmu.Untukmendapatkan berbagei macam-macam jenis ilmu,manusia harus di hadapkan dengan yang namanya proses belaja mengajar.Atau singkatnya,manusia harus mengenyam yang namanya pendidikan.Dalam proses kegiatan belajar mengajar itu sendiri,dapat manusia tempuh dengan berbagei macam cara,antara lain dengan jalur formal,yaitu melaluli bangku sekolahan,dan non formal,yaitu dengan belajar dari berbagei kehidupan yang ada di masyaakat.
Semua masalah yang menghampiri di dalam kehidupan manusia,tiak akan terhenti selama nyawa manusia masih melekat dalam tubuh manusia atau sampei mati.Maka dari permasalahan itu,manusia di tuntut untuk terus belajar selama kehidupannya berlangsung.Karena dengan belajarlah,manusia bisa mengatasi berbagei macam masalah-masalah yang ada dalam kehidupannya.
Belajar adalah suatu aktifitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstans. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 15).
Menurut pendapat di atas majka dapat di simpulkan bahwasanya belajar adalah suatu proses interaksi antara individu,yang di mana dari interaksi itu sangat di harapkan menimbulkan perubahan kepada individu keararah yang lebih baik atau positif.
Proses belajar mengajar adalah suatu proses untuk merubah individu kearah positif,Sehingga setiap individu harus secara keseluruhan(kaffah),semuanya harus ada perubahan kearah yang lebih baik.Dari pernyataan ini Benyamin.S.Bloom(1956) mendukung dengan pernyataannya yang berupa rumusan atau pendefinisian terhadap jenis-jenis pendidikan ada tiga macam: 1.)Kawasan kognitif. 2.)Kawasan afektif. 3.)kawasaan psikomotorik. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.).Maka dengan adanya perumusan jenis-jenis pembelajaran itu manusia bisa memberi tahapan-tahapan dalam proses belajar mengajar,sehingga secara keseluruhan pribadi manusia akan berubah ke arah yang lebih baik.
Namun harus di ingat,di sisilain manusia secara fitrah mempunyai suatu sikap ingin kebebasan dalam kehidupannya,baik itu dari segi keyakinan,cara berfikir,bahkan sampei permasalahan sosial politik.
Kebebasan berbicara untuk menyataka pendapat,kebebasan berkumpul dan membentuk partei politik adalah kemajuan-kemajuan publik yang terbesar dalam modernitas yang di usung oleh liberalisme.Semua itu sisi positif liberalisme,dan lberalisme adalah merupan sesuatu yang positif.(Argumen Islam Liberal,Budy munawar-Rachman.Hal 15)
Tidak dapat megelak lagi jika manusia pada dasarnya ingin hidup bebas,namun disisi lain harus juga di ingat juga bahwasanya kebebasan yang di bawa manusia bukan berarti bebas lepas tanpa batas.Setiap individu yang dilahirkan mempunyai hak yang harus di penuhi dari individu lainya,sehingga dengan adanya hak-hak tersebut maka kebebasan manusia itu di batasi dengan adanya kebebasan manusia lainnya.
Bertumpu dai suatu keadaan yang berbeda ini,yaitu proses belajar yang di mana manusia harus mematuhi segala peraturan yang ada dalam proses belajar mengajar,dan disisi lainya sifat ingin bebas yang selalu melekat dalam diri manusia,maka akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam dunia pendidikan,dimana permasalahan tersebut harus di seleseikan dalam dunia pendidikan.
Dalam permasalahana ini maka penyeleseian yang baik adalah jika suatu kurikulum dirancang atau di buat dalam basis liberalisme.Karena pada dasarnya kurikulum di buat untuk memudahkan peserta didik dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Dalam berbagei macam teori pembelajaran,ada salah satu teori yang mendukung terjadinya pendidikan berbasis liberal ini.Teori tersebut adalah konstruktivistik.
Menurut pandangan teori konstruktivistik ini,belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan.Dimana pembetukan ini peserta didik peserta didik di beri kebebasan dalam melakukan kegiatan,aktif berfikir,menyusun konsep,dan memberi makna terhadap hal-hal yang sedang di pelajarinya. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 41).
Jadi peran guru dalam hal ini adalah membantu agar proses penajaran konstrusi siswa berjalan dengan lancar.Guru tidak mentranfer ilmunya kepada siswa,tetapi membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri dan di tuntut untuk lebih memahami pola atau jalan fikir dari peserta didik terhadap materi yang ada.Namun harus di tegaskan lagi,bahwasanya kebebasan yang di usung dalam setiap individu di batasi dengan adanya kebebasan individu lainnya.
Dengan adanya teori konstruktivistik ini kemungkinan besar masalah yang di hadapi dunia pendidikan akan terpecahkan dan proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar,sehingga kemungkinan besar tujuan dari pendidikan akan tercapei,yaitu menguba keseluruhan pribadi manusia ke arah yang lebih baik.Sehinnga manusia apat menyeleseikan setiap masalah kehidupannya dengan ilmu yang menunjang permasalahan itu.

Malang,11,maret 2012