oleh :
Ali imron
Manusia dalam
mengarungi kehidupa di dunia tidak terlepas dari berbagei macam
masalah.Dalam mengatasi masalah-masalah yang ada,setiap manusia di
tuntut untuk bisa mengusai berbagei macam ilmu.Untukmendapatkan
berbagei macam-macam jenis ilmu,manusia harus di hadapkan dengan yang
namanya proses belaja mengajar.Atau singkatnya,manusia harus
mengenyam yang namanya pendidikan.Dalam proses kegiatan belajar
mengajar itu sendiri,dapat manusia tempuh dengan berbagei macam
cara,antara lain dengan jalur formal,yaitu melaluli bangku
sekolahan,dan non formal,yaitu dengan belajar dari berbagei kehidupan
yang ada di masyaakat.
Semua masalah yang
menghampiri di dalam kehidupan manusia,tiak akan terhenti selama
nyawa manusia masih melekat dalam tubuh manusia atau sampei mati.Maka
dari permasalahan itu,manusia di tuntut untuk terus belajar selama
kehidupannya berlangsung.Karena dengan belajarlah,manusia bisa
mengatasi berbagei macam masalah-masalah yang ada dalam kehidupannya.
Belajar adalah suatu
aktifitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif
konstans. (Teori
Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 15).
Menurut pendapat di
atas majka dapat di simpulkan bahwasanya belajar adalah suatu proses
interaksi antara individu,yang di mana dari interaksi itu sangat di
harapkan menimbulkan perubahan kepada individu keararah yang lebih
baik atau positif.
Proses belajar
mengajar adalah suatu proses untuk merubah individu kearah
positif,Sehingga setiap individu harus secara
keseluruhan(kaffah),semuanya harus ada perubahan kearah yang lebih
baik.Dari pernyataan ini Benyamin.S.Bloom(1956) mendukung dengan
pernyataannya yang berupa rumusan atau pendefinisian terhadap
jenis-jenis pendidikan ada tiga macam: 1.)Kawasan kognitif.
2.)Kawasan afektif. 3.)kawasaan psikomotorik.
(Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.).Maka
dengan adanya perumusan jenis-jenis pembelajaran itu manusia bisa
memberi tahapan-tahapan dalam proses belajar mengajar,sehingga secara
keseluruhan pribadi manusia akan berubah ke arah yang lebih baik.
Namun harus di
ingat,di sisilain manusia secara fitrah mempunyai suatu sikap ingin
kebebasan dalam kehidupannya,baik itu dari segi keyakinan,cara
berfikir,bahkan sampei permasalahan sosial politik.
Kebebasan berbicara
untuk menyataka pendapat,kebebasan berkumpul dan membentuk partei
politik adalah kemajuan-kemajuan publik yang terbesar dalam
modernitas yang di usung oleh liberalisme.Semua itu sisi positif
liberalisme,dan lberalisme adalah merupan sesuatu yang
positif.(Argumen
Islam Liberal,Budy munawar-Rachman.Hal 15)
Tidak dapat megelak
lagi jika manusia pada dasarnya ingin hidup bebas,namun disisi lain
harus juga di ingat juga bahwasanya kebebasan yang di bawa manusia
bukan berarti bebas lepas tanpa batas.Setiap individu yang dilahirkan
mempunyai hak yang harus di penuhi dari individu lainya,sehingga
dengan adanya hak-hak tersebut maka kebebasan manusia itu di batasi
dengan adanya kebebasan manusia lainnya.
Bertumpu dai suatu
keadaan yang berbeda ini,yaitu proses belajar yang di mana manusia
harus mematuhi segala peraturan yang ada dalam proses belajar
mengajar,dan disisi lainya sifat ingin bebas yang selalu melekat
dalam diri manusia,maka akan menimbulkan suatu permasalahan baru
dalam dunia pendidikan,dimana permasalahan tersebut harus di
seleseikan dalam dunia pendidikan.
Dalam permasalahana
ini maka penyeleseian yang baik adalah jika suatu kurikulum dirancang
atau di buat dalam basis liberalisme.Karena pada dasarnya kurikulum
di buat untuk memudahkan peserta didik dalam menjalankan proses
belajar mengajar.
Dalam berbagei macam
teori pembelajaran,ada salah satu teori yang mendukung terjadinya
pendidikan berbasis liberal ini.Teori tersebut adalah
konstruktivistik.
Menurut pandangan
teori konstruktivistik ini,belajar merupakan suatu proses pembentukan
pengetahuan.Dimana pembetukan ini peserta didik peserta didik di beri
kebebasan dalam melakukan kegiatan,aktif berfikir,menyusun konsep,dan
memberi makna terhadap hal-hal yang sedang di pelajarinya.
(Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 41).
Jadi peran guru
dalam hal ini adalah membantu agar proses penajaran konstrusi siswa
berjalan dengan lancar.Guru tidak mentranfer ilmunya kepada
siswa,tetapi membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri
dan di tuntut untuk lebih memahami pola atau jalan fikir dari peserta
didik terhadap materi yang ada.Namun harus di tegaskan
lagi,bahwasanya kebebasan yang di usung dalam setiap individu di
batasi dengan adanya kebebasan individu lainnya.
Dengan adanya teori
konstruktivistik ini kemungkinan besar masalah yang di hadapi dunia
pendidikan akan terpecahkan dan proses belajar mengajar akan berjalan
dengan lancar,sehingga kemungkinan besar tujuan dari pendidikan akan
tercapei,yaitu menguba keseluruhan pribadi manusia ke arah yang lebih
baik.Sehinnga manusia apat menyeleseikan setiap masalah kehidupannya
dengan ilmu yang menunjang permasalahan itu.
Malang,11,maret 2012