pluralisme

pluralisme
pluralisme

Kamis, 15 Maret 2012

PENDIDIKAN BERBASIS LIBERALISME


oleh :
Ali imron

Manusia dalam mengarungi kehidupa di dunia tidak terlepas dari berbagei macam masalah.Dalam mengatasi masalah-masalah yang ada,setiap manusia di tuntut untuk bisa mengusai berbagei macam ilmu.Untukmendapatkan berbagei macam-macam jenis ilmu,manusia harus di hadapkan dengan yang namanya proses belaja mengajar.Atau singkatnya,manusia harus mengenyam yang namanya pendidikan.Dalam proses kegiatan belajar mengajar itu sendiri,dapat manusia tempuh dengan berbagei macam cara,antara lain dengan jalur formal,yaitu melaluli bangku sekolahan,dan non formal,yaitu dengan belajar dari berbagei kehidupan yang ada di masyaakat.
Semua masalah yang menghampiri di dalam kehidupan manusia,tiak akan terhenti selama nyawa manusia masih melekat dalam tubuh manusia atau sampei mati.Maka dari permasalahan itu,manusia di tuntut untuk terus belajar selama kehidupannya berlangsung.Karena dengan belajarlah,manusia bisa mengatasi berbagei macam masalah-masalah yang ada dalam kehidupannya.
Belajar adalah suatu aktifitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstans. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 15).
Menurut pendapat di atas majka dapat di simpulkan bahwasanya belajar adalah suatu proses interaksi antara individu,yang di mana dari interaksi itu sangat di harapkan menimbulkan perubahan kepada individu keararah yang lebih baik atau positif.
Proses belajar mengajar adalah suatu proses untuk merubah individu kearah positif,Sehingga setiap individu harus secara keseluruhan(kaffah),semuanya harus ada perubahan kearah yang lebih baik.Dari pernyataan ini Benyamin.S.Bloom(1956) mendukung dengan pernyataannya yang berupa rumusan atau pendefinisian terhadap jenis-jenis pendidikan ada tiga macam: 1.)Kawasan kognitif. 2.)Kawasan afektif. 3.)kawasaan psikomotorik. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.).Maka dengan adanya perumusan jenis-jenis pembelajaran itu manusia bisa memberi tahapan-tahapan dalam proses belajar mengajar,sehingga secara keseluruhan pribadi manusia akan berubah ke arah yang lebih baik.
Namun harus di ingat,di sisilain manusia secara fitrah mempunyai suatu sikap ingin kebebasan dalam kehidupannya,baik itu dari segi keyakinan,cara berfikir,bahkan sampei permasalahan sosial politik.
Kebebasan berbicara untuk menyataka pendapat,kebebasan berkumpul dan membentuk partei politik adalah kemajuan-kemajuan publik yang terbesar dalam modernitas yang di usung oleh liberalisme.Semua itu sisi positif liberalisme,dan lberalisme adalah merupan sesuatu yang positif.(Argumen Islam Liberal,Budy munawar-Rachman.Hal 15)
Tidak dapat megelak lagi jika manusia pada dasarnya ingin hidup bebas,namun disisi lain harus juga di ingat juga bahwasanya kebebasan yang di bawa manusia bukan berarti bebas lepas tanpa batas.Setiap individu yang dilahirkan mempunyai hak yang harus di penuhi dari individu lainya,sehingga dengan adanya hak-hak tersebut maka kebebasan manusia itu di batasi dengan adanya kebebasan manusia lainnya.
Bertumpu dai suatu keadaan yang berbeda ini,yaitu proses belajar yang di mana manusia harus mematuhi segala peraturan yang ada dalam proses belajar mengajar,dan disisi lainya sifat ingin bebas yang selalu melekat dalam diri manusia,maka akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam dunia pendidikan,dimana permasalahan tersebut harus di seleseikan dalam dunia pendidikan.
Dalam permasalahana ini maka penyeleseian yang baik adalah jika suatu kurikulum dirancang atau di buat dalam basis liberalisme.Karena pada dasarnya kurikulum di buat untuk memudahkan peserta didik dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Dalam berbagei macam teori pembelajaran,ada salah satu teori yang mendukung terjadinya pendidikan berbasis liberal ini.Teori tersebut adalah konstruktivistik.
Menurut pandangan teori konstruktivistik ini,belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan.Dimana pembetukan ini peserta didik peserta didik di beri kebebasan dalam melakukan kegiatan,aktif berfikir,menyusun konsep,dan memberi makna terhadap hal-hal yang sedang di pelajarinya. (Teori Belajar dan Pembelajaran,Dra.Eveline siregar,M.pd.hal 41).
Jadi peran guru dalam hal ini adalah membantu agar proses penajaran konstrusi siswa berjalan dengan lancar.Guru tidak mentranfer ilmunya kepada siswa,tetapi membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri dan di tuntut untuk lebih memahami pola atau jalan fikir dari peserta didik terhadap materi yang ada.Namun harus di tegaskan lagi,bahwasanya kebebasan yang di usung dalam setiap individu di batasi dengan adanya kebebasan individu lainnya.
Dengan adanya teori konstruktivistik ini kemungkinan besar masalah yang di hadapi dunia pendidikan akan terpecahkan dan proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar,sehingga kemungkinan besar tujuan dari pendidikan akan tercapei,yaitu menguba keseluruhan pribadi manusia ke arah yang lebih baik.Sehinnga manusia apat menyeleseikan setiap masalah kehidupannya dengan ilmu yang menunjang permasalahan itu.

Malang,11,maret 2012







Tidak ada komentar:

Posting Komentar